Penjabaran Perka BNPB No. 13/2008 ttg Pedoman Manajemen Logpal PB (4)

Penjabaran Perka BNPB No. 13/2008 ttg Pedoman Manajemen Logpal PB (4)

Sumber: http://bpbd.sumbarprov.go.id

Ketiga, Pergudangan dan Penyimpanan. Proses penyimpanan dan pergudangan
dimulai dari data penerimaan logistik dan peralatan yang diserahkan kepada unit pergudangan dan penyimpanan disertai dengan berita acara penerimaan dan bukti penerimaan logistik dan peralatan pada waktu itu. Pencatatan data penerimaan antara lain meliputi jenis barang logistik dan peralatan apa saja yang dimasukkan ke dalam gudang, berapa jumlahnya, bagaimana keadaannya, siapa yang menyerahkan, siapa yang menerima, cara penyimpanan menggunakan metoda barang yang masuk terdahulu dikeluarkan pertama kali (first-in first-out) dan atau menggunakan metode last-in first-out. Prosedur penyimpanan dan pergudangan, antara lain pemilihan tempat, tipe gudang, kapasitas dan fasilitas penyimpanan, sistem pengamanan dan keselamatan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Maksud dan tujuan penyimpanan dan pergudangan adalah :

  1. Melindungi logistik dan peralatan dari kerusakan dan kehilangan atau berkurangnya standar mutu.
  2. Memudahkan pendistribusian, dengan menggunakan system “first-in first-out” .
  3. Mengetahui dan menjamin ketersediaan pada setiap waktu.

Keempat, Pendistribusian. Berdasarkan data inventarisasi kebutuhan maka disusunlah perencanaan pendistribusian logistik dan peralatan dengan disertai data pendukung, yaitu yang didasarkan kepada permintaan dan mendapatkan persetujuan dari pejabat berwenang dalam PB. Perencanaan pendistribusian terdiri dari data: siapa saja yang akan menerima bantuan, prioritas bantuan logistik dan peralatan yang diperlukan, kapan waktu penyampaian, lokasi, cara penyampaian, alat transportasi yang digunakan, siapa yang bertanggung jawab atas penyampaian tersebut.

  1. Maksud dan tujuan pendistribusian adalah :
  2. Mengetahui sasaran penerima bantuan dengan tepat.
  3. Mengetahui jenis dan jumlah bantuan logistik dan peralatan yang harus disampaikan.
  4. Merencanakan cara penyampaian atau pengangkutannya.

Sumber: http://jateng.tribunnews.com/

Kelima, Pengangkutan. Berdasarkan data perencanaan pendistribusian maka dilaksanakan pengangkutan. Data yang dibutuhkan untuk pengangkutan adalah: jenis logistik dan peralatan yang diangkut, jumlah, tujuan, siapa yang bertanggung jawab dalam perjalanan termasuk tanggung jawab keamanannya, siapa yang bertanggung jawab menyampaikan kepada penerima. Penerimaan oleh penanggung jawab pengangkutan disertai dengan berita acara dan bukti penerimaan logistik dan peralatan yang diangkut.

Maksud dan tujuan pengangkutan adalah:

  1. Mengangkut dan atau memindahkan logistik dan peralatan dari gudang penyimpanan ke tujuan penerima.
  2. Menjamin keamanan, keselamatan dan keutuhan logistik dan peralatan dari gudang ke tujuan.
  3. Mempercepat penyampaian.

Jenis pengangkutan terdiri dari angkutan darat, laut, sungai, danau dan udara, baik secara komersial maupun non komersial yang berdasarkan kepada ketentuan yang berlaku. Pemilihan moda angkutan berdasarkan pertimbangan: (1) Situasi dan kondisi keadaan darurat; (2) Kecepatan distribusi; (3) Ketersediaan alat angkutan dan infrastruktur yang ada; (4) Kondisi wilayah asal dan tujuan; (5) Efektifitas dan efisiensi; dan (6) Keamanan dan keselamatan.

Keenam, Penerimaan di Tempat Tujuan. Langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam penerimaan di tempat tujuan adalah:

  1. Mencocokkan antara data di manifest pengangkutan dengan jenis bantuan yang diterima.
  2. Men-check kembali, jenis, jumlah, berat dan kondisi barang.
  3. Mencatat tempat pemberangkatan, tanggal waktu kedatangan, sarana transportasi, pengirim dan penerima barang.
  4. Membuat berita acara serah terima dan bukti penerimaan.

Maksud dan tujuan penerimaan di tempat tujuan adalah :

  1. Logistik dan peralatan diterima dengan baik.
  2. Logistik dan peralatan yang dikirim sesuai dengan yang diterima.

Sumber: http://mataairradio.com/

Ketujuh, Penghapusan. Barang logistik dan peralatan yang dialihkan kepemilikannya atau tidak dapat digunakan atau tidak dapat dimanfaatkan atau hilang atau musnah dapat dilakukan penghapusan. Penghapusan harus dilakukan dengan permohonan penghapusan oleh pejabat yang berwenang melalui proses penghapusan dan diakhiri dengan berita acara penghapusan. Penghapusan didasarkan peraturan yang berlaku.

Maksud dan tujuan penghapusan adalah:

  1. Untuk mengetahui barang logistik dan peralatan yang dihapuskan.
  2. Bentuk pertanggung jawaban atas amanat dari negara dan donatur.
  3. Mengurangi beban biaya penyimpanan dan pemeliharaan.

Kedelapan, Pertanggungjawaban. Seluruh proses manajemen logistik dan peralatan yang telah dilaksanakan harus dibuat pertanggungjawabannya. Pertanggungjawaban PB baik keuangan maupun kinerja, dilakukan pada setiap tahapan proses dan secara paripurna untuk seluruh proses, dalam bentuk laporan oleh setiap pemangku proses secara berjenjang dan berkala sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Maksud dan tujuan pertanggungjawaban adalah :

  1. Mempertanggung jawabkan seluruh pekerjaan logistik dan peralatan kepada para pemangku kepentingan.
  2. Mempertanggung jawabkan kepada masyarakat.
  3. Memudahkan pelacakan apabila terjadi kesalahan.

Bersambung ke artikel No. 5

This entry was posted in Artikel, Berita, Peraturan, Perka BNPB. Bookmark the permalink.

Leave a Reply