Penjabaran Perka BNPB No. 13/2008 ttg Pedoman Manajemen Logpal PB (3)

Penjabaran Perka BNPB No. 13/2008 ttg Pedoman Manajemen Logpal PB (3)

Alur manajemen logistik dan peralatan PB

Proses manajemen logistik dan peralatan PB ini meliputi delapan tahapan yang dilaksanakan secara keseluruhan menjadi satu sistem terpadu, antara lain: (1) Perencanaan/inventarisasi kebutuhan; (2) Pengadaan dan/atau penerimaan; (3) Pergudangan dan/atau penyimpanan; (4) Pendistribusian; (5) Pengangkutan; (6) Penerimaan di tujuan; (7) Penghapusan; dan (8) Pertanggungjawaban. Gambar alur delapan tahapan proses manajemen logistik dan peralatan PB dapat dilihat di bawah ini.

Uraian kedelapan tahapan di atas adalah sebagai berikut. Pertama, Perencanaan/Inventarisasi Kebutuhan. Perencanaan/inventarisasi kebutuhan merupakan langkah-langkah awal untuk mengetahui apa yang dibutuhkan, siapa yang membutuhkan, di mana, kapan dan bagaimana cara menyampaikan kebutuhannya. Inventarisasi ini membutuhkan ketelitian dan keterampilan serta kemampuan untuk mengetahui secara pasti kondisi korban bencana yang akan ditanggulangi. Perencanaan inventarisasi kebutuhan terdiri dari (1) Penyusunan standar kebutuhan minimal; dan (2) Penyusunan kebutuhan jangka pendek, menengah dan panjang.

Maksud dan tujuan perencanaan/inventarisasi kebutuhan antara lain:

  1. Mengetahui seberapa banyak jumlah korban terkena bencana yang membutuhkan bantuan logistik dan peralatan.
  2. Mengetahui seberapa banyak bantuan logistik dan peralatan yang dibutuhkan.
  3. Mengetahui jenis kebutuhan (pangan, sandang, papan).
  4. Mengetahui bagaimana cara menyampaikan bantuan.
  5. Mengetahui penanggung jawab kelompok penerima bantuan.
  6. Mengetahui kapan bantuan harus disampaikan.

Inventarisasi kebutuhan dihimpun dari (1) Laporan-Laporan; (2) Tim Reaksi Cepat; (3) Media Massa; (4) Instansi terkait; (5) Rapat koordinasi terhadap informasi mengenai antara lain jumlah korban, pengungsi, kondisi kerusakan.

Sumber: http://bogorchannel.co.id

Kedua, Pengadaan dan/atau Penerimaan. Proses penerimaan dan/atau pengadaan logistik dan peralatan PB dimulai dari pencatatan atau inventarisasi termasuk kategori logistik atau peralatan, dari mana bantuan diterima, kapan diterima, apa jenis bantuannya, seberapa banyak jumlahnya, bagaimana cara menggunakan atau mengoperasikan logistik atau peralatan yang disampaikan, apakah ada permintaan untuk siapa bantuan ini ditujukan. Proses penerimaan atau pengadaan logistik dan peralatan untuk PB dilaksanakan oleh penyelenggara PB dan harus diinventarisasi atau dicatat.

Maksud dan tujuan penerimaan dan/atau pengadaan antara lain:

  1. Mengetahui jenis logistik dan peralatan yang diterima dari berbagai sumber.
  2. Untuk mencocokkan antara kebutuhan dengan logistik dan peralatan yang ada.
  3. Menginformasikan logistik dan peralatan sesuai skala prioritas kebutuhan.
  4. Sebagai upaya pengendalian dan pengawasan penggunaan logistik dan peralatan.
  5. Untuk menyesuaikan dalam hal penyimpanan.

Sumber penerimaan dan/atau pengadaan logistik dan peralatan PB dapat berasal dari: (1) Dalam negeri antara lain dari Pemerintah (APBN), masyarakat, badan usaha dan lembaga swadaya masyarakat; dan (2) Luar negeri antara lain dari Pemerintah, masyarakat, badan usaha dan lembaga swadaya masyarakat.

Untuk proses penerimaan dan/atau pengadaan logistik dan peralatan PB dilaksanakan dengan cara: (1) Terencana dengan memperhatikan jenis dan jumlah kebutuhan, yang dapat dilakukan melalui pelelangan, pemilihan dan penunjukkan langsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan (2) Hibah yang dilaksanakan berdasarkan peraturan dan perundangan yang berlaku dengan memperhatikan kondisi pada keadaan darurat.

Bersambung ke artikel No. 4

This entry was posted in Artikel, Berita, Peraturan, Perka BNPB and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply