Gender Mainstreaming dalam Pengurangan Risiko Bencana oleh Dati Fatimah

GENDER MAINSTREAMING DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA
Oleh : Dati Fatimah

Makalah ini merupakan kerjasama antara CIRCLE Indonesia dan HIVOS untuk program peningkatan kapasitas dalam manajemen bencana.

DOWNLOAD:
MAKALAH LENGKAP

Gender dan Bencana

Berturut-turutnya bencana yang melanda Indonesia menyadarkan, bahwa bencana adalah bagian dari kehidupan keseharian masyarakat Indonesia yang harus disikapi dengan bijak. Dalam kondisi seperti di atas, kesadaran dan tanggap akan bencana ini juga membuat upaya respon terhadap bencana menjadi tidak hanya terbatas pada aspek kuratif saja. Respon sistematis terhadap bencana, diperlukan baik melalui disaster preparedness, tahap emergency ketika bencana terjadi, dan tahap recovery yang mencakup rekonstruksi dan rehabilitasi. Dengan melihat tahapan tersebut, pembelajaran atas respon bencana yang diikuti oleh kebijakan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, juga menjadi bagian penting. Dengan disaster preparedness yang memadai misalnya, maka kebijakan tata ruang, infrastruktur dan pemukiman, hingga kepada pembangunan sosial budaya serta ekonomi membuat masyarakat juga menjadi siap dan sadar bila mana bencana terjadi, serta membuat dampak bencana menjadi lebih bisa diminimalkan.

Respons ini juga harus disusun dan diimplementasikan dengan menghitung stratifikasi sosial yang ada di masyarakat. Stratifikasi ini bisa merupakan gambaran masyarakat berdasarkan status ekonomi, lingkungan gegografis, hingga stratifikasi berdasar suku, agama, ras, dan juga gender. Analisis dengan menghitung perbedaan ini menjadi penting karena perbedaaan kelompok bisa berarti perbedaan kerentanan terhadap bencana, berarti memiliki kebutuhan yang berbeda, dan yang juga penting adalah perbedaan akses terhadap sumber daya untuk pemulihan setelah terjadi bencana.

Salah satu isu kunci yang menjadi concern dari proses mentoring dalam peredaman risiko bencana ini adalah memastikan bahwa analisis gender menjadi perspektif yang terintegrasi di dalamnya. Beberapa alasan yang mendasari mengapa integrasi perspektif ini begitu penting, akan dielaborasi dalam analisis kerentanan, analisis dampak, relasi antar pihak dan pilihan-pilihan yang tersedia untuk membuat upaya antisipasi bencana menjadi lebih terkelola dengan baik. Adalah penting untuk memandang bahwa gender mainstreaming dalam pengurangan risiko bencana berarti mendorong perempuan agar memiliki posisi kunci dalam manajemen, kepemimpinan dan juga dalam pengambilan keputusan program penangan bencana. Juga harus diperhatikan, karena pengurangan risiko bencana adalah bagian integral dari pembangunan, maka gender mainstreaming dalam proses ini juga berarti upaya mendorong kesejahteraan, kesetaraan dan keadilan gender dalam pembangunan dan masyarakat.

Deklarasi Beijing dan Rencana Aksinya dengan jelas mengakui bahwa degradasi lingkungan dan bencana mempengaruhi seluruh kehidupan manusia dan seringkali membawa dampak langsung yang lebih bagi perempuan. Sessi khusus ke-23 dari General Assembly pada tahun 2000 juga mengidentifikasi bencana alam sebagai tantangan terkini yang bisa mempengaruhi implemnetasi menyeluruh dari rencana aksi Beijing ++ ini. Karenanya, dibutuhkan strategi untuk mengintegrasikan perspektif gender dalam pengembangan dan implementasi pencegahan bencana, mitigasi dan strategi recovery.

Dati Fatimah
Penulis adalah konsultan dan penulis lepas untuk isu-isu gender dalam anggaran, korupsi dan bencana, yang dipelajarinya dari berbagai interaksi dengan beragam komunitas perempuan di beberapa daerah. Laporan ini disusun sebagai catatan dengan mendasarkan pada proses mentoring “Peredaman Risiko Bencana” bagi mitra-mitra Hivos di Jawa Tengah dan DIY. Proses mentoring ini difasilitasi oleh tim fasilitator dari DREAM UPN bekerja sama dengan fasilitator dari 3 lembaga mitra Hivos yaitu Persepsi-Setara di Gantiwarno, FKISP di Kemalang –keduanya di wilayah kabupaten Klaten, dan RTND di Piyungan, Bantul, Jogjakarta.
Email: datifatimah@gmail.com

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Komentar Terakhir